Hubungan Lingkuan Fisik Rumah Dengan Kejadian Penyakit ISPA Pada Balita Di Puskesmas Labakkang Kabupaten Pangkep

Authors

  • Nur Aqidah Putri

Keywords:

ISPA, Balita, Kepadatan Rumah, Luas Ventilasi Rumah

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas mulai hidung (saluran atas) sampai alveoli (saluran bawah) yang menular, mengakibatkan berbagai penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala (infeksi) sampai penyakit yang mematikan. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Labakkang Kabupaten Pangkep.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, Jumlah populasi pada penelitian ini 1.790 balita, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Rumus Slovin 95 sampel.

 Data dianalisis uji chi-square dengan α 0,05. Hasil penelitian yang diperoleh secara Statistik menunjukan bahwa ada hubungan lingkungan fisik rumah melalui kepadatan hunian ρ-value (0,002), perilaku merokok ρ-value (0,040), dan penggunaan obat nyamuk ρ-value (0,000) dengan kejadian ISPA, sedangkan luas ventilasi rumah ρ-value (0,818) tidak ada hubungan dengan kejadian ISPA. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kepadatan hunian, perilaku merokok, dan penggunaan obat nyamuk dengan kejadian ISPA pada Balita dan tidak ada hubungan luas ventilasi rumah dengan kejadian ISPA pada Balita. Diharapkan masyarakat yang dapat lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah seperti tidak merokok di dalam rumah terutama dekat balita, dan mengurangi penggunaan obat nyamuk terutama di kamar dengan kondisi tertutup, agar dapat mencegah terjadi ataupun menularnya penyakit ISPA

Downloads

Published

26.08.2022