HUBUNGAN FAKTOR KRUSIAL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM PELAYANAN KEFARMASIAN DI RSUD I LAGALIGO WOTU KABUPATEN LUWU TIMUR
Keywords:
implementasi kebijakan, pelayanan farmasi klinikAbstract
Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu pelayanan langsung serta bertanggung jawab terhadap pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi kebijakan (komunikasi, sumber daya, sikap dan struktur organisasi) dengan efektivitas pelayanan kefarmasian di RSUD I Lagaligo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan komunikasi terhadap efektivitas pelayanan kefarmasian di RSUD I Lagaligo, dengan nilai Fisher’s Exact Test sebesar 0,000, arah hubungan kuat positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,736. Ada pula hubungan signifikan sumber daya terhadap efektivitas pelayanan kefarmasian di RSUD I Lagaligo, dengan nilai Fisher’s Exact Test sebesar 0,001, arah hubungan sedang positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,496. Ada hubungan signifikan sikap terhadap efektivitas pelayanan kefarmasian di RSUD I Lagaligo, dengan nilai Continuity Correction sebesar 0,037, arah hubungan lemah positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,346. Ada hubungan signifikan struktur organisasi terhadap efektivitas pelayanan kefarmasian di RSUD I Lagaligo, dengan nilai Continuity Correction sebesar 0,031, arah hubungan lemah positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,352. Secara simultan besaran hubungan implementasi kebijakan terhadap efektivitas pelayanan kefarmasian berada pada kategori kuat, sedangkan secara parsial variabel bebas yang paling dominan adalah komunikasi sebesar 0,736.